my picture

my picture
yes asli buatan anak negri

Kamis, 13 Juni 2013

SISTEM KLIRING DAN PEMINDAHAN DANA ELEKTRONIK DI INDONESIA

SISTEM KLIRING DAN PEMINDAHAN DANA ELEKTRONIK DI INDONESIA
Raden Bayu Herlambang
PRINSIP KLIRING

            Definisi kliring adalah sarana perhitungan warkat antar bank yang dilaksanakan oleh bank penyelenggara kliring guna memperluas dan memperlancar lalu lintas pembayaran giral. Proses perhitungan hak dan kewajiban antar bank yang dilaksanakan oleh bank indonesia atau bank yang ditunjuk pada wilayah tertentu.
Kliring antarbank adalah pertukaran warkat ( cek, bilyet giro, nota kredit, nota debit) antar bank yang hasil perhitungannya diselesaikan pada waktu tertentu. Kliring diatur oleh Bank Indonesia baik waktu dan tempat pelaksanaan.
            Sedangkan bunga bank dapat diartikan sebagai batas jasa yang diberikan oleh bank yang berdasarkan prinsip konvensional kepada nasabah yang membeli atau menjual produknya.bunga juga dapat diartikan sebagai harga yang harus dibayar kepada nasabah (yang memiliki simpanan ) dengan yang harus dibayar oleh nasabah kepada bank (nasabah yang memperoleh pinjaman ).

INFORMASI PADA CHECK DAN  STRUKTUR  KODE MICR

SISTEM KLIRING ELEKTRONIK DI INDONESIA

Pengertian umum kliring adalah pertukaran warkat atau data keuangan elektronik antar bank baik atas nama Bank maupun nasabah yang hasil perhitungannya diselesaikan pada waktu tertentu.  Penyelenggaraan kliring di Jakarta pada awalnya dilaksanakan secara manual. Namun dalam perkembangannya, sejalan dengan meningkatnya transaksi perekonomian nasional khususnya di Jakarta dimana pada akhir tahun 1989 volume warkat telah mencapai 82.052 lembar warkat perhari dengan jumlah bank peserta mencapai 613 bank. Hal ini menyebabkan penyelenggaraan kliring secara manual dirasakan tidak efektif dan efisien lagi dan suasana pertemuan kliring yang hiruk pikuk sering kali diibaratkan dengan suasana “pasar burung”.

Melihat kondisi tersebut, Direksi Bank Indonesia dengan SKBI No. 21/9/KEP/DIR tanggal 23 Mei 1988, kemudian menetapkan untuk mengubah sistem penyelenggaraan kliring lokal Jakarta dari sistem manual menjadi sistem otomasi kliring. Meskipun demikian baru pada tanggal 4 Juni 1990 sistem otomasi  dapat diimplementasikan untuk memproses kliring penyerahan. Sementara untuk proses kliring pengembalian tetap dilakukan secara manual, sampai kemudian pada tahun 1994 diganti dengan sistem semi otomasi yang kemudian dikenal dengan sebutan SOKL .

Pada tahun 1996 rata-rata volume warkat kliring Jakarta mencapai 216.911 lembar per hari, dengan pertumbuhahan rata-rata dalam tiga tahun sekitar 6%. Hal tersebut menyebabkan meningkatnya tekanan dalam kegiatan proses warkat kliring baik di bank peserta maupun di Bank Indonesia karena keterbatasan kemampuan sarana kliring yang ada dibandingkan dengan peningkatan jumlah warkat kliring. Pada gilirannya hambatan-hambatan tersebut menyebabkan terjadinya keterlambatan dalam settlement dan penyediaan informasi hasil kliring. Hal ini berpotensi mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap bank dan merugikan lembaga lain yang terkait serta menimbulkan efek negatif berantai (systemic risk)

Sehubungan dengan itu, sesuai acuan pokok pengembangan sistem pembayaran nasional (Blue Print Sistem Pembayaran Nasional Bank Indonesia;1995) yang antara lain memuat visi, kerangka kebijakan dan langkah-langkah yang perlu dikembangkan dalam menciptakan sistem pembayaran nasional yang lebih efektif, efisien, handal dan aman, maka pada tahun 1996 konsep penyelenggaraan kliring lokal secara elektronik dengan teknologi image mulai dikembangkan oleh Urusan Akunting dan Sistem Pembayaran Bank Indonesia. Pada tanggal 18 September 1998, Bank Indonesia mencatat sejarah baru dalam bidang sistem pembayaran dimana untuk pertama kalinya di Indonesia diresmikan penggunaan Sistem Kliring Elektronik (SKE) oleh Gubernur Bank Indonesia, DR. Syahril Sabirin. Penerapan SKE tersebut dilakukan pada Penyelenggaraan Klring Lokal Jakarta dimana pada awal implementasi, jumlah peserta yang ikut serta masih terbatas 7 bank peserta kliring (BRI, BDN, BII, BCA, Deutsche Bank, Standard Chartered, Citibank) dan 2 peserta intern dari Bank Indonesia (Bagian Akunting Thamrin dan Bagian Akunting Kota). Keikutsertaan kantor-kantor bank dalam Kliring Elektronik dilakukan secara bertahap sesuai dengan kesiapan teknis masing-masing peserta. Bagi kantorkantor bank yang belum menjadi anggota Kliring Elektronik, perhitungan kliring tetap menggunakan sistem kliring otomasi. Implementasi Kliring Elektronik secara menyeluruh kepada seluruh peserta kliring di Jakarta baru dilaksanakan pada tanggal 18 Juni 2001

BANK INDONESIA REAL TIME GROSS SETTLEMENT (BI-RTGS)

Untuk mendukung efektifitas implementasi kebijakan moneter dan untuk mempercepat pemulihan industri perbankan, kebijakan system pembayaran akan diarahkan untuk mempercepat pengembangan dan implementasi suatu system pembayaran yang efisien, akurat, aman, dan konsisten melalui peningkatan kualitas layanan. Salah satu cara untuk mencapai hal tersebut adalah melalui implemnetasi Real Time Gross Settlement System (BI-RTGS) yang sudah dimulai sejak 17 November tahun 2000 di  Jakarta.

Tujuan RTGS:
1.      Memberikan pelayanan sistem transfer dana antar peserta, antar nasabah peserta dan pihak lainnya secara cepat, aman, dan efisien
2.      Memberikan kepastian pembayaran
3.      Memperlancar aliran pembayaran (payment flows)
4.      Mengurangi resiko settlement baik bagi peserta maupun nasabah peserta (systemic risk)
5.      Meningkatkan efektifitas pengelolaan dana (management fund) bagi peserta melalui sentralisasi rekening giro
6.      Memberikan informasi yang mendukung kebijakan moneter dan early warning system bagi pengawasan bank
7.      Meningkatkan efisiensi pasar uang

Sumber:
http://soma28.wordpress.com/2011/05/31/prinsip-kliring-informasi-pada-check-dan-struktur-kode-mirc-sistem-kliring-elektronik-di-indonesia-bank-indonesia-real-time-gross-settlement-bi-rtgs/
http://adityorahmat.blogspot.com/2013/04/sistem-kliring-dan-pemindahan-dana.html

Read more »

Selasa, 30 April 2013

ERD dan Normalisasi suatu Data



ENTITY RELATIONSHIP DIAGRAM (ERD)
            Model Entity Relationship adalah suatu penyajian data dengan menggunakan Entity dan  Relationship.Entity adalah sebuah objek yang dapat dibedakn dalam dunia nyata, entity merupakan kumpulan dari entity yang sejenis. Entity dapat berupa 0bjek fisik, objek secara konsep. Contoh objek secara fisik adalah rumah, kendaraan dan perlalatan dan objek secara konsep adalah pekerjaan, perusahhan, rencana.

            Relationship adalah hubungan antara satu atau lebih entity. Relationship merupakan kumpulan relationship yang sejenis. Atribut adalah karakteristik dari entity atau relationship, yang menyediakan penjelasan detail tentang entity atau relationship tersebut. Atribut juga merupakan suatu adata actual atau informasi yang dapat disimpan pada suatu atribut di dalam suatu entity atau relationship.


2.2.1 Jenis-Jenis Atribut
1.      Key adalah atribut digunakan untuk menentukan suatu entity secara unik.
2.      Atribut Simple adalah atribut yang bersifat tunggal.
3.      Oval: NIPOval: NamaAtribut Multivalue adalah atribut yang memiliki sekolompok nilai untuk setiap instan entity.


 






Gambar-2.1 : Atribut Multivalue
4.      Atribut Composit adalah suatu atribut yang terdiri dari bebrapa atribut yang lebih kecil yang mempunyai arti tertentu.






 









Gambar-2.2 : Atribut Composite




5.      Atribut Derivatif adalah suatu atribut yang dihasilkan oleh atribut lain.


 





                                                Gambar-2.3: Atribut Derivatif
2.2.2 Derajat Relationship
            Menjelaskan sebuah entity yang berpertisipasi dalam suatu relationship. Berikut derajat dari relationship :
1.      Unary Degree (Derajat Satu)


 
Peg
2.      Binary Degree (Derajat Dua)


 
                                                                                                          




3.      Diamond: kerjaTenary Degree (Derajat Tuga)











 









2.2.3 Derajat Normalisasi
            Normalisasi adalah suatu teknik untuk mengorganisasikan data kedalam table-tabel untuk memenuhi kebutuhan pemakai di dalam suatu organisasi. Data diuraikan dalam bentuk tabel selanjutnya dianalisis berdasrkan prasyartan tertentu ke bebrapa tingkat, apabila tebel yang diuji belum memenuhi persyaratan tertentu, maka table tersebut perlu dipecah menjadi beberapa table yang lebih sederhana sampai memenuhi bentuk optimal.

            2.2.3.1 Tujuan dari Normalisasi
                        Tujuan dari Normalisasi adalah sebagai berikut :
1.      Untuk menghilangkan kerangkapaan data
2.      Untuk mengurangi komplekbilitas
3.      Untuk mempermudah pemodifikasian data
           
            2.2.3.2 Tahapan Normalisasi
                        Tahapan dari Normalisasi sebagai berikut :
1.      Bentuk Tidak Normal
                                                Menghilangkan perulangan group
2.      Bentuk Normal Pertama (1NF)
            Menghilangkan ketergantungan sebagian
3.      Bentuk Normal Kedua (2NF)
            Menghilangkan ketergantungan transitif
4.      Bentuk Normal KeTiga (3NF)

Bentuk Normalisasi adalah sebagai berikut :
·         Bentuk Un-normal ini merupakan kumpulan data yang akan disimpan, tidak ada keharusan mengikuti suatu format tertentu, dapat saja data tidak lengkap atau terduplikasi dan data dikumpulkan apa adanya.

·         Bentuk Normal Pertama (1NF) adalah suatu relasi dikatakan sudah memenuhi bentuk normal kesatu bila setiap data bersifat atomik yaitu setiap irisan baris dan kolom hanya mempunyai satu nilai suatu data.
·         Bentuk Normal Kedua (2NF) adalah Suatu relasi dikatakan sudah berhasil

Read more »

Visual Studio 2008 atau VB.NET



Fasiltas Baru Pada Visual Studio 2008
visual basic 2008 mempunyai beberapa fitur baru dalam kompiler dan bahasa, IDE ( integrated development Environments), akses data dan lain lain. Fitur baru dalam dukungannya terhadap akses data/aplikasi berbasis database adalah sebagai berikut :  
                                                                                    Language-integrated Query (LINQ) adalah sebuah teknologibaru pada visual basic 2008 yang mendukung sintax query dan bahasa baru lainnya. LINQ membuat seolah olah sebuah query database merupakn bagian sintaxs/perintah Visual Basic. Hal ini menambah kemampuan query Visual Basic dengan perintah yang sederhana dan kemampuan yang tangguh saat bekerja dengan macam-macam data.

LINQ memungkinkan anda dapat melakukan query data dari database SQL server, dokumen XML, data array dan collections, ADO.NET data base, dan banyak lagi remote atau sumber data local yang mendukung LINQ.

Object Relational Designer ( O/ R Designer) O/R Designer   menyediakandesain visual untuk membuat kelas entity LINQ to SQL dan menghubungkannya berdasarkan object pada database. Fitur ini akan memandu para pengembang untuk membuat dan mngedit object LINQ to SQL yang menghunbungkan antara kode aplikasi dengan database. 



Gambar-1.1: interface Microsoft Visual Basic .NET IDE 2008

Gambar-1.2: tampilan untuk memilih project apa yang akan dibuat


Gambar-1.3: interface Microsoft Visual Basic .NET IDE 2008
           

1.      Title Bar, berfungsi untuk menampilkan nama project yang aktif atau yang sedang dikerjakan.

Gambar-1.4: Title Bar

2.      Menu Bar, berfungsi untuk pengelolaan fasilitas yang dimiliki oleh Visual Basic .Net 2008,  sedangkan Tool Bar, berfungsi untuk melakukan perintah khusus secara cepat.

Gambar-1.5: Menu Bar dan Tool Bar

3.      From bar, adalah objek utama berfungsi untuk meletakan objek-objek yang terdapat pada ToolBox yang digunakan  dalam melakukan perancangan sebuah tampilan program aplikasi.
Gambar-1.5: Form
           
4.      ToolBox, berfungsi untuk menyediakan objek-objek atau komponen yang digunakan dalam merancang sebuah form pada program aplikasi.
Gambar-1.6: ToolBox visual basic 2008
5.      Solution Explorer, berfungsi untuk menampilkan project berserta file-file pendukung yang terdapat pada sebuah program aplikasi.
Gambar-1.7: Solution Explorer Visual Studio 2008

6.      Propeties Windows, berfungsi untuk mengatur properties pada objek (setting objek) yang diletakan pada sebuah form.  
Gambar-1.8: Propeties Visual Studio 2008

7.      Code editor, adalah sebuah wadah untuk menyisipkan perintah-perintah atau coding untuk membuat program dan apabila ada error , error list akan member tahunya dengan ikon tanda seru.
Gambar-1.7: Code Editor Visual Studio 2008
8.      Data Source, berfungsi untuk memangil data base atau untuk memasukan DataGrid ke Form Visual Studio.
Gambar-1.8: Data Source Visual Studio 2008

9.      Server Explorer, adalah sebuah informasi tentang  Data Connection yaitu memberikan informasi tentang hubungan database dan informasi isi database yang berupa table-tabel yang dihubungkan melalui OleDbConnection.

Gambar-1.9: Server Explorer Visual Studio 2008

10.  Project Bar adalah kumpulan dari beberapa file (Form, report, modul, dll) yang didalamnya mempunyai aturan aturan yang berlaku terhadap project tersebut.

2.1.4 Mendebug aplikasi
            Aplikasi yang kita buat dapat kita debug atau dijalankan melalui cara berikut:
·         Pilih menu debug lalu pilih Start Debugging pada menu bar
·         Mengklik  pada Tool Bar atau
·         Menekan tombil F5 pada keyboard anda
Gambar-1.10: Mendebug aplikasi dengan menu bar

2.1.5 Menghentikan Debug Aplikasi
            Untuk menghentikan debug aplikasi dapat digunakan cara berikut:
·         Pilih menu debug pada menu bar lalu klik stop
·         Atau pada keyboard tekan (shift_F5) secara bersamaan

Gambar-1.10: Memberhentikan aplikasi dengan menu bar

2.1.6 Membuka project aplikasi yang sudah ada
            Untuk membuka aplikasi atau project yang sudah di buat dapat di lakukan dengan cara:
·         Pilih Menu lalu klik Open selanjutnya pilih Project Salutionnya
·         Pada key board dapat dilakukan dengan ctrl + shif + 0

Gambar-1.11: Mebuka project yang sudah dibuat dengan menu file

2.1.6 Keluar dari project
            Untuk keluar dari aplikasi dapat dilakukan dengan:
·         Memilih menu file lalu pilih exit
·         Atau dengan  klik tombol tanda silang





Gambar-1.12: Keluar dari project
2.1.7    Mengenal Tipe Data Pada Visual Studio 2008
            Setiap bahasa pemerograman termasuk Visual Studio 2008 tentunnya memiliki tipe data. Variabel dan kostanta pada Visual studio 2008 memiliki tipe data yang menentukan suatu nilai yang dapat ditampung oleh tipe variable dan kostanta itu sendiri.

Tipe Data
Byte
Jangkuan
Char
2
Menampung karakter unicode
Datetime
8
Berupa tanggal 1/1/2013
String

Deretan dari karakter unicode
Integer
4
Jangkauannya adalah -21424826048-2142482642
Table-1.1: Tipe data pada Visual Studio 2008

Read more »